Hewan aneh berbentuk kepala kucing dengan tubuh tikus membuat sebuah keluarga di Lehabong, Rustenburg, Afrika Selatan geger dan ketakutan. Karena hal itu, mereka memanggil Pastor untuk mengatasinya.
Saat Pastor tiba, dia menangkapi dan membunuh makhluk mengerikan tersebut. Menjadi sebuah hal yang lumrah disana apabila masih mempercayai sesuatu berbau klenik. Bahkan, mereka menduga kemunculan hewan aneh itu akibat dari sebuah kutukan.
Karena tak satupun warga bisa menjawab penemuan hewan aneh yang membuat geger itu, belum lagi suara-suara dari balik pantry, saat mereka coba melihat ternyata ada hewan-hewan ini yang lantas dipanggilkan pastor untuk ditangani.
Rustenburg Society for the Prevention of Cruelty to Animals (SPAC) sedikit datang terlambat karena hewan tersebut sudah dibunuh. SPAC menyayangkan tindakan yang dilakukan sang pastor dan keluarga tersebut.
Saat Pastor tiba, dia menangkapi dan membunuh makhluk mengerikan tersebut. Menjadi sebuah hal yang lumrah disana apabila masih mempercayai sesuatu berbau klenik. Bahkan, mereka menduga kemunculan hewan aneh itu akibat dari sebuah kutukan.
Karena tak satupun warga bisa menjawab penemuan hewan aneh yang membuat geger itu, belum lagi suara-suara dari balik pantry, saat mereka coba melihat ternyata ada hewan-hewan ini yang lantas dipanggilkan pastor untuk ditangani.
Rustenburg Society for the Prevention of Cruelty to Animals (SPAC) sedikit datang terlambat karena hewan tersebut sudah dibunuh. SPAC menyayangkan tindakan yang dilakukan sang pastor dan keluarga tersebut.
Dikutip dari mirror pada Jumat
(3/1/2017), petugas SPAC menduga jika hewan itu kemungkinan adalah jenis
kucing yang tidak biasa. Dan seharusnya, keluarga tersebut memanggil
SPAC terlebih dahulu untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh.
Sampai
di lokasi, SPAC mendapati 4 ekor hewan misterius itu telah mati. Dan
untung saja mereka masih bisa menyelamatkan dua guna penelitian yang
lebih lanjut.
“Warga
seharusnya tetap tenang dan menghubungi kami. Membunuh hewan-hewan
tersebut dengan cara yang tidak manusiawi dapat membuat mereka dituntut.
Biarkan kami yang menghadapinya,” dikutip dari Liputan6.com
