Ibu adalah orang seharusnya kita hormati dan muliakan, karena dari rahim beliau kita dilahirkan. Tidak sepantasnya kita bicara kasar sama orang tua, terutama ibu.
Ada sebuah hadist mengatakan :
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)
Kronologi kejadian ini bermula ketika ibunya baru pulang kerja dan naik ke rumah tinggi miliknya.
Ketika masuk ke dalam rumah, terlihat banyak tumpukan piring kotor. Sehinga ibunya meminta tolong sama anaknya untuk mencuci piring. Namun sang gadis durhaka mendengar perintah ibunya langsung marah dan menendang tubuh ibunya.
Sontak ibunya kaget dan orang tua malang tersebut langsung menangis. Kemudian sang ibu bergegas ambil air wudhu untuk salat magrib. Namun ternyata anaknya yang masih marah mengulangi kembali perbuatannya menendang ibunya yang sedang sholat sampai terjungkal.
Usai ibunya salat magrib, gadis durhaka tersebut langsung kejang-kejang. Lalu tubuhnya menjadi kaku, sementara suara yang keluar dari mulutnya terdengar mirip suara anjing.
Suara yang keluar dari gadis itu pun terdengar warga sekitar. "Memang ada kejadian seperti itu, tapi tidak berubah menjadi anjing. Hanya saja pada saat itu memang kami mendengar suara yang keluar mirip anjing," jelas N warga setempat.
Begitupun dengan Camat Air Hitam Suryadi atau yang akrab di panggil Yet membenarkan kabar tersebut. "Dari sejumlah warga yang saya telpon membenarkan ada kejadian itu. Dan jika memang terjadi di salah satu desa di Kecamatan Air Hitam. Kita ambil hikmahnya saja. Dan harapan saya tidak terulang kembali kejadian seperti itu. Mari kita muliakan Ibu. Sebab perjuangan ibu saat melahirkan kita bertaruh nyawa. Dan janji Allah memang nyata, sebab murka Allah juga murka ibu," pungkasnya.
sumber : www.imcnews.id
Ada sebuah hadist mengatakan :
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)
Kronologi kejadian ini bermula ketika ibunya baru pulang kerja dan naik ke rumah tinggi miliknya.
Ketika masuk ke dalam rumah, terlihat banyak tumpukan piring kotor. Sehinga ibunya meminta tolong sama anaknya untuk mencuci piring. Namun sang gadis durhaka mendengar perintah ibunya langsung marah dan menendang tubuh ibunya.
Sontak ibunya kaget dan orang tua malang tersebut langsung menangis. Kemudian sang ibu bergegas ambil air wudhu untuk salat magrib. Namun ternyata anaknya yang masih marah mengulangi kembali perbuatannya menendang ibunya yang sedang sholat sampai terjungkal.
Usai ibunya salat magrib, gadis durhaka tersebut langsung kejang-kejang. Lalu tubuhnya menjadi kaku, sementara suara yang keluar dari mulutnya terdengar mirip suara anjing.
Suara yang keluar dari gadis itu pun terdengar warga sekitar. "Memang ada kejadian seperti itu, tapi tidak berubah menjadi anjing. Hanya saja pada saat itu memang kami mendengar suara yang keluar mirip anjing," jelas N warga setempat.
Begitupun dengan Camat Air Hitam Suryadi atau yang akrab di panggil Yet membenarkan kabar tersebut. "Dari sejumlah warga yang saya telpon membenarkan ada kejadian itu. Dan jika memang terjadi di salah satu desa di Kecamatan Air Hitam. Kita ambil hikmahnya saja. Dan harapan saya tidak terulang kembali kejadian seperti itu. Mari kita muliakan Ibu. Sebab perjuangan ibu saat melahirkan kita bertaruh nyawa. Dan janji Allah memang nyata, sebab murka Allah juga murka ibu," pungkasnya.
sumber : www.imcnews.id
