Kenaikan harga BBM alias Bahan Bakar Minyak memang menjadi ketakutan tersendiri bagi masyakarat kalangan bawah. Tak heran jika mereka memprotes keputusan tersebut dengan berbagai cara, salah satunya mendemo pemerintahan yang sudah melakukan keputusan tidak pro rakyat.
Namun, apa yang dilakukan masyarakat, terutama yang di Jawa mendapatkan kritikan dari Presiden Jokowi. Hal ini karena Presiden menganggap masyarakat yang di Jawa terlalu manja, masak cuma naik Rp500 saja sudah demo 3 bulan.
Tidak hanya mengkritik demo masyarakat, Presiden Jokowi juga membandingkan masyrakat yang di Jawa dengan yang di Papua, beliau bilang masyarakat Papua sudah lama menikmati BBM dengan harga sangat tinggi namun tidak pernah demo.
Termasuk
dalam menetapkan harga BBM. “Inilah yang kita hantarkan untuk keadilan sosial
bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.
sumber : pojoksatu
Namun, apa yang dilakukan masyarakat, terutama yang di Jawa mendapatkan kritikan dari Presiden Jokowi. Hal ini karena Presiden menganggap masyarakat yang di Jawa terlalu manja, masak cuma naik Rp500 saja sudah demo 3 bulan.
Tidak hanya mengkritik demo masyarakat, Presiden Jokowi juga membandingkan masyrakat yang di Jawa dengan yang di Papua, beliau bilang masyarakat Papua sudah lama menikmati BBM dengan harga sangat tinggi namun tidak pernah demo.
“Kita ini
yang di Jawa naik Rp 500, Rp 1000, demonya tiga bulan, yang di Papua harganya,
60, 70, 80 ribu, 100 ribu, nggak pernah demo bertahun-tahun,” ujar Jokowi saat
menghadiri ulang tahun Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia di Hotel The
Dharmawangsa, Jakarta, Minggu (15/1).
Ya, sebelum
pemerintah menetapkan kebijakan satu harga pada November 2016, harga BBM
premium di Papua apalagi di daerah pegunungan mencapai Rp 60 ribu-Rp 100 ribu
per liter. Padahal, di daerah Jawa, harganya hanya 6.450.
Tapi, rakyat timur tidak pernah melayangkan protes sedikitpun meskipun harganya berkali-kali lipat ketimbang di Jawa.
“Yang
kemarin saja yang naik pertamax sama pertalite saja ada yang demo. Padahal yang
naik bukan premiumnya. Sekali lagi di Papua yang naik bertahun-tahun nggak
pernah demo padahal harganya 60, 70, 80 ribu,” tutur Jokowi.
Dia
menekankan, sejak awal, pemerintah terus menjalankan kebijakan-kebijakan
ekonomi yang berjiwa Pancasila, yaitu kebijakan ekonomi yang bernafaskan
gotong- royong, yang menghantarkan kebijaksanaan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia.
sumber : pojoksatu
