Kisah-kisah
para penantang Allah memang tidak terjadi di Indonesia saja. Banyak
dari belahan dunia lainnya yang terjadi, manusia seperti ini memang
tersebar ke berbagai negara. setelah Kisah Debater Mati Mengenaskan Setelah Menantang Allah, kini ada kisah penantang lainnya yang berasal dari Malaysia.
Tidak
hanya seorang, kali ini yang menantang adzab-NYA adalah sepasang
kekasih yang sedang dimabuk asmara berani bermaksiat tanpa tau tempat.
Begitu ditegur atau dinasehati oleh keluarga dan sahabatnya, bukannya
dia tobat ataupun merasa bersalah. Namun kedua pasangan ini membalas
nasehat dengan cacian yang menyengat. Tidak jarang para sahabatnya malah
diumpat oleh mereka berdua.
Hingga
suatu ketika tanggal 16 September 2013, malam hari, setelah pasangan
kekasih itu dinasehati, terucap kata-kata dari mereka berdua, "Kalau
Tuhan berani, kita jumpa. Tengok sapa lagi kuat!"kata mereka berdua
sambil tertawa meremehkan.
Setelah
apa yang mereka ucapkan itu, sekitar pukul 23.30 waktu Malaysia,
keduanya pergi mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi di
pinggir kampungnya.
Seketika
terdengar suara hantaman diikuti jeritan rasa sakit yang luar biasa.
Ternyata kedua sejoli itu didapati terpelosok ke bawah truk 16 ban
(truk gandeng).
Saksi
mata mengatakan bahwa mereka ingin menyalip truk itu dengan kecepatan
tinggi, namun mereka tidak melihat datangnya mobil dari arah berlawanan.
Kemudian motor mereka oleng dan masuk kedalam kolong truk, tubuh mereka
pun digilas truk.
Orang-orang
yang berkrumun menyaksikan sejoli ini tewas dengan tubuh hancur digilas
truk gandeng muatan penuh. Bahkan saksi melihat hanya tulang-belulang
yang tersisa.
Petugas evakuasi yang datang ke lokasi coba memunguti daging berceceran yang menimbulkan bau anyir di tkp itu.
Tubuh keduanya pun hancur digilas oleh truk 16 ban yang penuh muatan.
Setelah itu petugas mengafani mayat itu bak menggulung kue 'dadar gulung' sebelum akhirnya dimasukkan keranda.
Kepada
keluarga korban, petugas menyarankan agar keranda jangan dibuka lagi.
Kondisinya sangat tidak memungkinkan untuk dipandang.
Masyarakat setempat akhirnya memakamkan kedua sejoli penantang Allah tersebut secepatnya pada 17 September 2013.
Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua..
