Pernikahan adalah kabar bahagia yang dinanti-nanti oleh setiap pasangan. Namun, gimana jadinya jika salah satu pasangan tiba-tiba meninggalkan semua orang untuk selama-lamanya? Pasti sedih banget gan.
Kisah ini terjadi pada Windi Kelvin (36), dia seharusnya menikahi Miftahul Jannah, namun satu jam sebelum akad nikah malah ditemukan sudah tidak bernyawa di tempat kosannya di Jl. Pengadilan Tinggi, Komplek Kelapa Gading, Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang, Minggu pagi (15/01/2017).
Pupus sudah harapan bahagia Miftahul Jannah untuk bersanding dengan mempelai laki-laki yang baru saja mualaf tersebut.
Nasi sudah menjadi bubur, undangan telah tersebar, pelaminan serta masakan untuk hidangan para tamu pun sudah tersaji untuk pesta pernikahan yang hendak digelar dua calon pengantin tersebut.
Kisah ini terjadi pada Windi Kelvin (36), dia seharusnya menikahi Miftahul Jannah, namun satu jam sebelum akad nikah malah ditemukan sudah tidak bernyawa di tempat kosannya di Jl. Pengadilan Tinggi, Komplek Kelapa Gading, Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang, Minggu pagi (15/01/2017).
Pupus sudah harapan bahagia Miftahul Jannah untuk bersanding dengan mempelai laki-laki yang baru saja mualaf tersebut.
Nasi sudah menjadi bubur, undangan telah tersebar, pelaminan serta masakan untuk hidangan para tamu pun sudah tersaji untuk pesta pernikahan yang hendak digelar dua calon pengantin tersebut.
Seperti
yang dilansir dari tribunnews.com, di rumah duka, masih ditemukan tenda
sederhana berwarna merah muda dan kuning. Sedangkan di di depan pintu
masuk rumah Mifta, lengkap terdapat karangan buka disertai berbagai
ucapan selamat atas pernikahan. Bahkan para tamu undangan yang akan
menghadiri acara akad nikah mereka pun sudah berdatangan.
Namun
ketika mendengarkan kenyataan yang baru saja terjadi tersebut, suasana
langsung berubah. Para tamu yang berdatangan tak kuasa menahan rasa
kagetnya. Tak ayal, niat memberi restu pernikahan pun berubah menjadi
ungkapan bela sungkawa kepada keluarga mempelai wanita.
Menurut
informasi yang didapatkan, pagi itu seharusnya dilangsungkan akad nikah
kedua mempelai. Calon pengantin wanita telah bersiap menanti kedatangan
sang calon pengantin pria. Namun satu jam sebelum akad nikah dimulai,
calon pengantin pria tak kunjung datang dan tak ada kabar.
Melihat
hal tersebut, utusan keluarga dikirimkan untuk menjemput Windi Kelvin.
Namun ternyata calon pengantin pria ditemukan sudah tak bernyawa di
kamar kosannya. Sontak, Miftah langsung terjatuh pingsan. Suasana
keluarga di rumah yang seharusnya meriah penuh sukacita tersebut berubah
langsung menjadi haru biru.
Tetangga
tersebut menceritakan, calon mempelai pria sempat datang ke rumah
mempelai wanita pada malam hari sebelum acara akad nikah dan resepsi.
Windi Kelvin yang belum lama menjadi mualaf tersebut mendatangi calon
istrinya dengan mengenakan baju koko, dan bahkan sempat shalat di rumah
Mifta.
“Calon
pria pulang sekitar pukul 20.00 malam untuk istirahat, karena besok mau
akad nikah. Itulah terakhir Miftah melihat dia,” katanya.
Pihak
keluarga Miftah sampai saat ini pun masih enggan memberi keterangan
kepada wartawan. Karena selain dalam keadaan berduka, mereka sangat
terpukul dan syok dengan kejadian yang di luar dugaan ini.
Normansyahto
(50) yang adalah ayah angkat dari almarhum Windi menjelaskan, sebelum
Windi ditemukan meninggal di kosannya pada Minggu pagi, dia masih menyempatkan bercanda dengan teman dan para tetangganya.
“Pukul
23.00, dia [Kelvin] masuk ke kosan untuk istirahat. Sebelumnya kami
sempat bersenda gurau membicarakan hari pernikahannya,” terang Norman
saat ditemui di RS Bhayangkara.
Semua
tetangga sudah bersiap sejak Minggu pagi pukul 07.00. Teman almarhum
yakni M Elvhyk Quirino juga sudah datang untuk menjemput calon pengantin
pria tersebut.
Keluarga
angkat Windi mulai waswas saat Windi belum juga keluar dari kamarnya.
Khawatir dengan keadaan Windi, keluarga angkatnya lantas berinisiatif
untuk memanggil. Saat namanya dipanggil, tidak ada jawaban sama sekali.
Saat itulah mereka kemudian terpaksa mendobrak pintu kamarnya.
“Kami sudah gedor kosan dia, tapi tak ada jawaban darinya. Kami curiga dan kami mendobrak pintunya,” ujarnya.
Pas pintu berhasil didobrak, betapa terkejutnya mereka melihat Windi sudah
dalam keadaan terlentang di samping tempat tidurnya, tergeletak tanpa
nyawa.
“Sudah
tergeletak di dalam kamar, dibangunkan ternyata sudah tidak bangun lagi.
Makanya kami bawa ke rumah sakit dan ternyata dipastikan sudah
meninggal,” ceritanya.
Diketahui
korban merupakan pria lajang asal Pemalangan serta seorang mualaf yang
bekerja sebagai tenaga Marketing di salah satu perusahaan alat berat.
“Baru jadi mualaf, anaknya baik sekali. Apalagi selama ini dia tak ada keluhan sakit apa,” ungkapnya.
Normansyahto
sebagai ayah angkat korban di Palembang menjelaskan bahwa kedua orang
tua korban berada di Pemalang, Jawa Tengah. Sedangkan almarhum tinggal
di Palembang sendirian.
