Segala Sesuatu yang dipaksakan itu memang tidak enak, bahkan meskipun dalam hal ena-ena tetap saja akan menimbulkan akibat buruk jika dipaksakan. Salah satu contohnya adalah kasus kematian Denurza, Pemuda 26 Jalan
Bhayangkara Lingkungan IV, Kel Indra Kasih Kecamatan Medan Tembung
yang ditemukan tak bernyawa di salah satu kamar Hotel Nusa Inn Jalan Aksara,
Senin (11/9/2017).
Kondisi membiru dalam keadaan tak bernyawa saat ditemukan oleh petugas hotel tempatnya berkencan dengan seorang wanita. Adalah Nr, janda yang menjadi teman kencan Denurza mengakui bahwa sebelum ditemukan tewas, dirinya dan pemuda itu melakukan ena-ena sampai subuh
Kondisi membiru dalam keadaan tak bernyawa saat ditemukan oleh petugas hotel tempatnya berkencan dengan seorang wanita. Adalah Nr, janda yang menjadi teman kencan Denurza mengakui bahwa sebelum ditemukan tewas, dirinya dan pemuda itu melakukan ena-ena sampai subuh
“Kami masuk hotel sekitar jam empat pagi (04.00 WIB). Memang kami sempat melakukan ena-ena,” akui Nr.
foto : riausky.com
Habis kelelahan ena-ena, Nr dan Dn tertidur pulas hingga pagi. Sekira pukul 07.00 WIB, kata dia, korban sempat terbangun.
Melihat Nr masih tidur, korban lantas kembali memejamkan mata.
Namun, pada pukul 10.00 WIB giliran Nr yang terbangun. Karena melihat korban terlelap, Nr pun mandi.
“Usai mandi, saya
lihat dia (Dn) sudah seperti kesakitan. Saya langsung panggil
resepsionis,” terang wanita yang tinggal di Jalan Bersama Kelurahan
Indra Kasih Kecamatan Medan Tembung ini.
Saat tiba di dalam kamar No45, petugas
hotel dan Nr melihat tubuh buruh pabrik itu sudah membiru. Spontan,
petugas hotel menghubungi pihak Polsek Percut Seituan.
Polisi yang tiba kemudian melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, belum ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Menurut riwayat yang didapat dari keterangan keluarganya, bahwa korban memiliki sakit jantung, dugaan sementara korban alami kecapekan" terang Kapolsek Percut Seituan, Kompol Pardamean Hutahaean yang terjun ke lokasi bersama Kanit Reskrim Iptu Philip Purba.
Jenazah yang oleh keluarga tidak boleh diotopsi akhirnya segera dimakamkan dilokasi setempat .
sumber : riausky.com
Menurut riwayat yang didapat dari keterangan keluarganya, bahwa korban memiliki sakit jantung, dugaan sementara korban alami kecapekan" terang Kapolsek Percut Seituan, Kompol Pardamean Hutahaean yang terjun ke lokasi bersama Kanit Reskrim Iptu Philip Purba.
Jenazah yang oleh keluarga tidak boleh diotopsi akhirnya segera dimakamkan dilokasi setempat .
sumber : riausky.com
